Belajar Sambil Berkompetisi: Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Pajangan Pahami Konflik Dan Integrasi Sosial Lewat "Quiz Berebut Poin"

Bantul, 8 September 2026 - Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial melaksanakan kegiatan pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas VII di SMP Negeri 3 Pajangan. Kegiatan ini mengangkat materi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial serta Dampak Masalah Sosial di Masyarakat, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk praktik mengajar mahasiswa, sekaligus upaya menghadirkan pembelajaran IPS yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Materi yang disampaikan diharapkan dapat membantu peserta didik memahami akar permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi, kepedulian sosial, dan semangat menjaga integrasi bangsa sejak usia dini.

Pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu menganalisis hubungan antara konflik dan integrasi dengan permasalahan sosial, mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial (destruktif, konstruktif, vertikal, horizontal, dan diagonal), serta memahami berbagai upaya memperkuat integrasi nasional dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta didik diarahkan untuk mengenali contoh-contoh konflik dan upaya integrasi yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, lengkap dengan upaya penyelesaiannya. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi menggunakan slide PowerPoint secara ringkas dan sistematis, mencakup pengertian konflik dan integrasi, macam-macam integrasi (sosial, nasional, dan budaya), faktor pendorong integrasi, hingga dampak konflik sosial baik positif maupun negatif. Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan dengan permainan edukatif Quizz Berebut Poin Konflik dan Integrasi, yang dirancang dengan pendekatan game based learning. Soal quizz disusun dalam tiga tingkat poin, yaitu 10, 20, dan 30, dengan tingkat kesulitan yang meningkat sesuai besarnya poin. Peserta didik maju secara bergantian untuk mengambil kartu soal secara berebut, kemudian mengerjakannya secara mandiri di buku tulis, dan diperbolehkan mengambil soal kembali hingga terkumpul poin sebanyak mungkin.

Setelah sesi pengerjaan soal selesai, beberapa peserta didik diminta mempresentasikan hasil jawabannya di depan kelas. Melalui kegiatan presentasi ini, peserta didik tidak hanya menguji pemahaman konsep yang telah dipelajari, tetapi juga berlatih menyampaikan gagasan secara runtut, jelas, dan percaya diri, sekaligus melatih keberanian dan kemampuan berkomunikasi di depan umum. Mahasiswa PK turut memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman peserta didik yang masih kurang tepat setelah sesi presentasi berlangsung, sehingga pemahaman yang diperoleh menjadi lebih utuh dan mendalam.

Pelaksanaan pembelajaran melalui Quizz Berebut Poin dan presentasi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep konflik dan integrasi secara teoretis, tetapi juga berlatih berpikir kritis dalam menjawab soal secara mandiri, mengelola waktu dan strategi dalam memilih tingkat kesulitan soal, serta mengomunikasikan hasil pemikirannya kepada teman sekelas. Kegiatan ini turut mengembangkan kemampuan bernalar kritis, kemandirian, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri peserta didik. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung SDGs 4 melalui pembelajaran aktif yang melibatkan peserta didik secara langsung, sementara keterkaitannya dengan SDGs 16 terlihat jelas melalui materi yang membahas upaya penyelesaian konflik secara damai serta penguatan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran IPS dapat terus dikembangkan menjadi pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik sehari-hari. Penggunaan media dan permainan edukatif diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam membantu peserta didik memahami materi konflik dan integrasi sosial secara lebih mendalam dan menyenangkan. Pengalaman pelaksanaan pembelajaran ini juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan mengajar, serta menghadirkan inovasi-inovasi pembelajaran IPS yang mendukung pendidikan berkualitas dan penguatan karakter kewargaan peserta didik di masa mendatang.

Penulis: Shintya Purnama Dewi